Hari Selasa, 30 Agustus 2008. Kami anak-anak XI IA 3 sedang mengikuti pretest fisika untuk pertama kalinya. Pada saat Pak Rudy menyuruh 5 orang murid yang mempunyai keberanian tinggi untuk maju duluan untuk pretest, aku sudah gemetaran. Awalnya, aku berniat maju pada urutan ke 3, tapi keberanianku belum juga muncul-muncul. Setelah beberapa saat pretest berlangsung, teman-teman ku yang sudah maju duluan menunjukkan tampang sedih n kecewa, karena sampai saat itu, belum ada satu pun teman ku yang LULUS di atas nilai 70. Tubuhku semakin gemetaran tak keruan karena melihat itu semua, apalagi waktu yang diberikan cuma 3 menit untuk menjawab 10 soal teori + hitungan di laptop Pak Rudy. Akhirnya aku sudah membulatkan tekad untuk segera maju pretest, karena aku juga harus segera menyelesaikan tugas yang baru saja diberikan oleh Bu Eko untuk mencatat biodata teman-teman sekelasku. Pada saat aku mulai melangkahkan kaki ke depan, dan kemudian duduk di KURSI PANAS FISIKA, tanganku semakin gemetaran. Aku pun mulai menjawab pertanyaan satu demi stu, bahkan semua soal hitungan, tidak ada satu pun yang aku hitung secara benar, karena semua rumus yang aku hapal, tiba-tiba BUYAAR begitu saja saking gugup nya. Akhirnya nilai pun muncul dan aku hanya mendapatkan nilai 100 tapi di bagi 2. Tapi aku tidak juga putus asa, karena sering kali ku dengar KEGAGALAN adalah AWAL dari KEBERHASILAN. Dan, ternyata tak ada satu orang pun yang LULUS di kelas ku.HAHAHAHAHAHAHA…

Aku juga mempunyai visi ketika belajar fisika di kelas B1, yaitu segera pindah ke kelas baru di gedung baru, agar semangat belajar tambah ketika melihat gedung yang bersih. Dan juga pastinya yang paling penting agar aku bisa mengerti pelajaran fisika tanpa pusiiing 7 keliling. Dan aku juga mempunyai harapan untuk pretest fisika selanjutnya, agar di buat tetap menarik dan pastinya tidak membuat guguuuup lagi, sehingga semua yang dipelajari di kelas XI ini dapat terus teringat sampai tak teringat lagi… Dan pastinya hidup kemajuan TIK saat ini…………….