Perfect Wednesday, Sep 9 2009 

Pernahkah kau merasa sempurna di dunia ini?

Pernahkah kau merasa kecil di dunia ini?

Pernahkah kau merasakan kebahagiaan?

Pernahkah kau merasakan cobaan berat yang seakan ingin membuatmu hilang di telan bumi?

Semua pertanyaan itu merupakan suatu hal yang akan membuat hidupmu sempurna di dunia ini.

Seringkali terlontar kata “tak ada manusia yang sempurna.”

Memang tak ada manusia yang sempurna.

Tetapi kita dapat memperoleh kehidupan yang sempurna.

Kita manusia penuh dengan kecacatan, tetapi kita juga berhak memperoleh kesempurnaan hidup.

Bagaimana caranya?

Dengan pola pikir kita. Itulah jawabannya.

Sebenarnya, kita hidup di dunia ini sudah memperoleh kesempurnaan hidup.

Tetapi seringkali kita mengatakan bahwa hidup kita sempurna jika kita jauh dari masalah.

Itu semua salah, karena ketika kita mendapatkan masalah dan cobaan yang berat dalam hidup ini, saat itu jugalah kita memperolah kesempurnaan dalam hidup ini.

Mengapa demikian?

Tuhan memberikan kita cobaan/masalah/perkara yang berat agar kita bisa setingkat lebih tinggi dari kedudukan kita sekarang.

Coba anda bayangkan, ketika satu masalah dalam hidup anda terselesaikan, apa yang anda rasakan? Pastinya kebahagian.

Anda juga pasti akan berpikir dan mengetahui apa yang harus dilakukan lagi ketika anda mendapatkan cobaan yang sama. Dan itu berarti, dalam hidup ini anda sudah setingkat lebih tinggi.

Orang yang banyak masalah kemudian ia berhasil menyelesaikannya, sebenarnya adalah orang yang tak sempurna tetapi memiliki kesempurnaan dalam hidupnya.

Tetapi orang yang tak mempunyai masalah dalam hidupnya, sebenarnya adalah orang yang tak sempurna dan tak memiliki kesempurnaan dalam hidupnya. Karena yang dirasakannya adalah suatu kehampaan hidup.

Dan semua orang yang hidup di dunia ini, adalah orang telah memiliki kesempurnaan dalam hidupnya. Tetapi kita manusia kadang tak menyadari kesempurnaan itu. Karena kita menganggap cobaan/masalah/perkara adalah sesuatu yang harus dihindari.

Manusia tak ada yang sempurna, tetapi hidup itu sempurna.

(Human is not be perfect, but life is perfect)

Where are you? Wednesday, Sep 9 2009 

Pagi hari ku terbangun dari alam mimpi dan membayangkan adanya hadirmu di sampingku.

 Selama sekian detik ku rasakan hembusan nafasmu. Selama sekian detik ku rasakan degupan jantungmu.

Selama sekian detik ku rasakan hangatnya genggaman tanganmu.

Selama sekian detik ku rasakan adanya bisikan suaramu.

Akupun tersadar dari lamunanku.

Dan menemukan langit-langit kamarku yang kosong.

Seakan menertawakan diriku yang sedang membayangkan dirimu.

Ingin ku berteriak dan mengatakan pada mereka bahwa aku membutuhkanmu.

Aku membutuhkanmu bukan karena aku mencintaimu.

Tapi aku membutuhkanmu karena engkaulah yang selalu ada di hatiku.

Aku sadar kita mungkin tak dapat bersatu, tapi aku yakin hati kitalah yang dapat menyatu.

Semua yang telah dan akan kita lalui merupakan suatu keajaiban.

Dan aku yakin jika ada pertemuan pasti ada perpisahan.

 Tapi yang lebih ku yakini adalah jarak mungkin dapat memisahkan kita.

Tetapi dirimu selalu di hatiku.

 Aku tahu kau tak mengetahui isi hatiku ini, tapi tak apa karena ku yakin kau juga merasakan hal yang sama.

Aku tak memerlukan segenap kata cinta.

 Tapi yang kubutuhkan adalah sejuta kasih sayang dan perhatian darimu.

 Karena yang terpenting bagiku.

 Adalah kau SAHABAT ku, yang selalu mendampingiku kapan pun itu.

 Aku lebih menghargai persahabatan daripada percintaan.

Karena persahabatan abadi selamanya.

Jadi dimanakah kau sahabat sejatiku?

 Apakah kau nyata dalam hidupku?

Atau sahabat sejati hanya ada dalam cerita?

 Mungkin sekarang aku belum menemukanmu, begitupun dirimu yang belum menemukanku.

Tapi aku yakin kau akan datang tanpa ku cari, pada saat aku membutuhkanmu.

Kau akan datang pada saat aku merasakan kebahagiaan.

Kau akan datang membawa kedamaian dan ketentraman hatiku.

Kau akan datang tepat pada saat aku merasa hampa.

Dan kau akan datang sebagai malaikat pelipur laraku.

Sahabat sejatiku, aku membutuhkanmu.

Dan kau tak akan pernah ku sia-siakan.

Karena kaulah yang mengerti dan mengenal diriku.

SAHABATKU aku merindukanmu…

Kebanggaan dalam Hidup Sunday, Aug 30 2009 

Apakah anda pernah mendpat pertanyaan yang sangat anda sukai?

Apakah pertanyaan itu membuat anda bangga?

Jika jawabannya ya, berarti anda sama seperti saya. Dan pertanyaan selanjutnya adalah, ‘apakah pertanyaan tersebut?’. Anda semua pasti bertanya demikian dalam benak anda. Dan saya tidak ingin membuat anda penasaran lebih jauh lagi. Pertanyaan tersebut adalah : “Apakah agama anda?”. Itu adalah pertanyaan yang membuat saya bangga menjawabnya. Mengapa demikian? Sebenarnya saya juga tidak mengerti mengapa demikian. Tetapi yang saya tahu yaitu jika orang bertanya hal itu, maka hati saya akan senang menjawabnya. Saya juga senang sekali jika orang mengetahui bahwa saya adalah orang Kristen. Saya senang menggunakan kalung salib, yang membuktikan saya adalah orang Kristen, saya senang jika membicarakan tentang Gereja jika berada di forum,saya senang mendengarkan lagu rohani,  saya juga bangga mengatakan bahwa Juru Selamat saya adalah Yesus Kristus.

Entah mengapa, perasaan seperti itu masih berlanjut sampai sekarang. Dan saya tetap bangga akan hal itu. Saya merasa bahwa Tuhan Yesus telah begitu baik pada saya. Dia selalu memberikan rencana yang terbaik dalam hidup saya. Dan Ia juga tak pernah membuat saya malu dihadapan banyak orang. Begitu banyak hal yang sudah terjadi dalam hidup saya. Ketika saya tidak mempunyai siapa-siapa dalam hidup saya, jika saya mempnyai pergumulan dalam hidup ini, saya selalu mengandalkanNya, dengan tetap percaya bahwa Ia akan mengangkat beban saya dan menggantinya dengan sukacita.

Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi sedetik, semenit, sejam, sehari, seminggu, sebulan, dan setahun ke depan karena saya hanya punya rencana saja dalam hidup ini. Tetapi yang sangat saya tahu adalah jika Tuhan berkehendak, maka rencana saya itu akan menjadi rencanaNya dalam hidup saya. Tetapi jika Ia tidak berkehendak, Tuhan pasti akan mengganti rencana saya tersebut dengan rencanaNya yang pasti akan lebih indah dari yang saya harapkan. Tuhan memberikan rencanaNya kepada saya tidak dalam keadaan yang langsung jadi atau instan. Tetapi Tuhan memberikan rencana dalam hidup saya melalui tahap-tahap dan proses, agar dalam hidup ini saya dapat belajar lebih banyak lagi. Tuhan juga tidak menginginkan saya menjadi orang yang instan tanpa sebuah proses, tetapi Ia menginginkan agar saya mengerti arti hidup ini, yaitu “memberikan dan diberikan yang terbaik”.

Jika dalam hidup ini saya selalu memberikan yang terbaik, walau bukan dalam kondisi dan situasi yang baik, pasti saya juga akan diberikan yang terbaik olehNya. Saya juga yakin, Roh Kudus akan selalu diam dan menaungi saya dalam setiap langkah hidup saya jika saya bersedia memberikan temat di hati saya padaNya. Dan saya berharap Roh Kudus akan diam dan melindungi saya dalam situasi apapun. Dalam hidup ini juga, saya yakin pasti Tuhan sudah menyiapkan setiap anakNya untuk dapat menjadi seorang pemimpin, terutama dalam dirinya sendiri. Karena yang dapat menentukan langkah kita sendiri adalah diri kita sendiri, dan yang dapat memberikan jalan atas langkah kita tersebut adalah Tuhan Yesus Kristus.

Saya bangga menjadi anak Kristus.

Jesus is my Saviour.

Pantaskah? Sunday, Aug 30 2009 

Belum lama ini, terdengar kabar bahwa pihak Malaysia kembali mengklaim kebudayaan Indonesia, yaitu Tari Pendet yang berasal dari Bali. Ketika hal tersebut tersebar di seantero Nusantara, rakyat Indonesia bagai dihujani oleh meteor yang membuat jantung berdegup kencang. Rakyat Indonesia pun kembali mengeluarkan sumpah serapahnya, dan hujatannya kepada negeri tetangga tersebut. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, sampai orang tua pun mulai mempergunjingkan hal tersebut. Tak ketinggalan pula pihak media cetak maupun elektronik yang terus menurus memberitakan hal tersebut. Saya pun sebagai rakyat Indonesia merasakan dan mendengar hal yang sama. Bagaimana untuk kesekian kalinya keaslian dan kebudayaan Indonesia kembali direbut oleh Malaysia. Pemerintah Indonesia pun sudah berusaha sampai saat ini menyelesaikan masalah yang belum selesai-selesai ini.

Saya pun merenung dan berpikir untuk beberapa saat, dan pertanyaan ini saya dapatkan ketika saya mandi 🙂  :

  • Mengapa Malaysia begitu teganya terhadap Bangsa Indonesia?
  • Apakah rakyat Indonesia pantas marah kepada pihak Malaysia yang telah mengklaim kebudayaan Indonesia?

Kedua pertanyaan tersebut mengganggu pikiran saya, hingga saya selesai mandi, saya baru menemukan jawabannya atas pikiran saya sendiri. Saya mempunyai opini, bahwa rakyat Indonesia boleh saja marah kepada Malaysia  yang telah seenaknya mengklaim kebudayaan Indonesia. Tetapi, kemarahan itu semua hanya bisa dilakukan sebatas ujung bibir saja. Karena apa? Karena selama ini saya melihat orang-orang di sekitar saya marah hanya sebatas bibir ke bibir saja. Memaki-maki dan merasa jengkel karena kebudayaan telah direbut bangsa lain, tanpa ada perbuatan sedikit pun. Kita sering mengatakan bahwa Malaysia benar-benar tak berperasaan. Tetapi apakah kita juga memiliki perasaan Nasionalisme?

Misalnya saja kita sebagai remaja, kita sangat malas sekali jika disuruh mempelajari tentang kebudayaan Indonesia, tetapi ketika Malaysia mengklaim kebudayaan Indonesia, dengan gampangnya juga kita ikut-ikutan marah kepada Malaysia tanpa tahu sebenarnya apa sebenarnya kebudayaan Indonesia itu.

Malaysia dapat melakukan hal tersebut juga dikarenakan kecerobohan kita terhadap kebudayaan kita sendiri. Ketika kita disuruh menjaga dan melestarikannya, kita malah bermalas-malasan, dengan mengatakan itu adalah kerjaan orang tua saja. Tetapi sekarang, ketika kebudayaan sudah direbut, kita hanya bisa marah-marah tanpa melihat bahwa hal tersebut dapat terjadi juga karena kecerobohan dan kemalasan kita sabagai bangsa Indonesia.

Mungkin bagi sebagian orang, ada yang tidak setuju dengan tulisan ssaya ini, tetapi ini hanyalah opini saya, seorang murid SMA yang merasa bahwa semangat Nasionalisme kita belum maksimal. Saya juga tahu bahwa menjaga sesuatu, apalagi yang berharga, itu sangat susah. Tetapi karena ‘susah’ itulah kita seharusnya lebih merasa tertantang, bagaimana supaya kita merubah kata ‘susah’ itu menjadi ‘mudah’. Salah satunya dengan menjaga kebersamaan dan kecintaan kita terhadap bangsa ini.

Kita sudah diberikan negeri yang indah oleh Tuhan, dan dibekali akal sehat yang melebihi semua makhluk ciptaanNya, untuk menjaga dan melestarikan ciptaanNya yang lain.

MERDEKA…

Kesibukan Tengah Malam Saturday, Aug 29 2009 

Kala malam sudah larut, dan jam telah menunjukkan pukul 00.00 wib, datanglah seorang anak manusia ke kamar saya, dia bernama dr. Dina E Sinaga. Dengan tampang tak bersalah ia membangunkan saya dari tidur yang baru setengah jam saya lakoni. Saya bingung, apa gerangan yang akan dikatakannya pada saya. Kemudian ia tiba-tiba berkata, “Pris, yuk temani aku ke Balai, ada pasien nah, yuk cepat!”. Dengan tampang yang kusam, tak berbentuk dan keadaan setengah sadar pun saya menuju kamar mandi untuk mencuci muka saya. Kemudian setelah itu saya menunggu dia mengeluarkan mobil dan membuka pagar di tengah sunyinya malam, yang diselimuti kabut asap tebal. Kemudian kami pun melaju berdua menembus gelap, sepi, dan sunyinya malam itu. Ketika sudah sampai di BKJM (Balai Kesehatan Jiwa Kalawa Atei) dia pun lamngsung turun dan menuju ke ruangan pasien. Dan saya tertinggal di belakangnya lantaran kaki saya yang belum bisa berjalan cepat. Setelah saya masuk ke dalam, saya mendengar bahwa pasien itu bernama, sebut saja R, yang ternyata adalah seorang wanita paruh baya yang sudah sering datang ke Balai lantaran gangguan jiwa pada dirinya. Saya juga mendengar keluhan si R, bahwa ia dihantui oleh kenangan masa lalunya yang masih membuatnya takut. Saya memang tidak terlalu mendengar apa kenangan masa lalunya. Tetapi saya ada sedikit mendengar bahwa dia dulu disuruh-suruh bekerja dengan paksa. Dan sampai sebatas itulah saya mendengarkan percakapan mereka. Saya pun masuk ke ruang perawat, karena di dalamnya dilengkapi dengan tempat tidur, AC dan televisi. Dan tempat itu selalu menjadi tempat yang sering saya kunjungi jika ada pasien mendadak seperti malam ini (karena belum lama ini juga saya dihadapkan dengan kejadian serupa, tetapi malam itu pasiennya adalah seorang kakek-kakek). Saya pun langsung menyalakan televisi dan duduk santai di atas tempat tidurnya. Ketika sedang asyik menonton TV, saya mendengar kakak saya berkata kepada R kalau R harus disuntik biar tenang dan bisa tidur malam itu. R pun berteriak dan mengatakan ketidakmauan dia jika disuntik karena ia takut. Kakak saya pun mengatakan bahwa itu tidak apa-apa, perawatnya pun membantu untuk menenangkan R yang ketakutan jika disuntik. Tak berapa lama, masuklah perawat tersebut ke ruangan tempat saya ngaso untuk mengambil suntikan beserta obatnya. Setelah itu R pun disuntik dan kemudian kakak saya mengajak dia mengobrol kembali. Tak lama kemudian, kakak saya menyuruh R pulang supaya bisa tidur dan tak lupa juga mengatakan kepada suami R bahwa dia harus lebih sering dan memperhatikan R di rumah.

Setelah itu pun kami kembali pulang ke rumah dan meninggalkan BKJM lagi. Sayang sekali saya tidak sempat untuk mengambil gambar R, seandainya saat itu saya lebih focus lagi pasti saya sudah mendapatkan gambar R.

Saya pun berpikir, bahwa kita hidup di dunia ini, harus lebih kuat mental dan tahan dengan kondisi saat ini. Karena kita hidup di dunia ini dengan akal sehat yang berkecukupan. Tak ada gunanya kita terpuruk akan masa lalu yang suram, lebih baik kita lupakan yang ‘jelek-jelek’ agar kita dapat menjadi lebih baik lagi di masa depan..

I Love My Life^^

Next Page »